Gangguan kesehatan mulut
atau kesehatan gigi sering terjadi pada penderita alergi atau asma. Namun
seringkali gangguan ini dianggap kelainan tersendiri dengan penanganan yang
tersendiri pula. Seharusnya penanganan gangguan Gangguan Kesehatan Gigi dan
Kesehatan Mulut itu harus dilakukan secara holistik sekaligus dengan penanganan
alergi atau asma. Bila hal ini dilakukan dengan cermat maka dapat mengungkapkan
bahwa alergi makanan ternyata selama ini tanpa disadari juga mengganggu
gangguan kesehatan mulut dan gigi.
Gangguan Kesehatan Gigi
dan Kesehatan Mulut yang sering terjadi pada penderita alergi adalah
Hipersensitifitas gigi :
Nyeri gigi, ngilu atau bengkak pada gusi atau gigi. Seringkali juga terjadi
pada gigi geraham pada bagian atas dan bawah secara bersamaan atau tersendiri.
Gangguan ini selama ini dianggap sebagai “impacted gigi” atau pertumbuhan gigi
geraham yang tumbuh tidak benar, dan selalu akhirnya penanganannya harus
dilakukan ekstraksi atau pencabutan gigi geraham.
Gigi berwarna kuning
kecoklatan,
Karies gigi : gigi rapuh,
berlubang, kehitaman, gigi rusak
Gusi mudah
bengkak/berdarah.
Pada gusi sering timbul
papula atau bengkak kecil seperti bisul kecil yang tidak nyeri , gangguan ini
sering dianggap abses gusi padahal tidak ada tanda dan gejala radang seperti
nyeri tekan atau kemerahan dan seringkali diberi antibiotika padahal pada
banyak kasus akan menyembuh sendiri.
Bibir kering dan mudah
berdarah
Sering SARIAWAN, lidah
putih & berpulau
Mulut berbau
Air liur berlebihan
Karies Gigi sering
terjadi pada penderta alergi dan peyakit kronis lainnya
5x lebih sering terjadi
pada penderita asma
7x lebih sering terjadi
pada penderita alergi hay fever
Karies gigi adalah sebuah
penyakit infeksi yang merusak struktur gigi.Penyakit ini menyebabkan gigi
berlubang. Jika tidak ditangani, penyakit ini dapat menyebabkan nyeri,
penanggalan gigi, infeksi, berbagai kasus berbahaya, dan bahkan kematian.
Penyakit ini telah dikenal sejak masa lalu, berbagai bukti telah menunjukkan
bahwa penyakit ini telah dikenal sejak zaman perunggu, zaman besi, dan zaman
pertengahan.Peningkatan prevalensi karies banyak dipengaruhi perubahan dari
pola makan.Kini, karies gigi telah menjadi penyakit yang tersebar di seluruh
dunia.
Ada beberapa cara untuk
mengelompokkan karies gigi.[4] Walaupun apa yang terlihat dapat berbeda,
faktor-faktor risiko dan perkembangan karies hampir serupa. Mula-mula, lokasi
terjadinya karies dapat tampak seperti daerah berkapur namun berkembang menjad
lubang coklat. Walaupun karies mungkin dapat saja dilihat dengan mata
telanjang, kadang-kadang diperlukan bantuan radiografi untuk mengamati
daerah-daerah pada gigi dan menetapkan seberapa jauh penyakit itu merusak gigi.
Lubang gigi disebabkan
oleh beberapa tipe dari bakteri penghasil asam yang dapat merusak karena reaksi
fermentasi karbohidrat termasuk sukrosa, fruktosa, dan glukosa.Asam yang
diproduksi tersebut memengaruhi mineral gigi sehingga menjadi sensitif pada pH
rendah. Sebuah gigi akan mengalami demineralisasi dan remineralisasi. Ketika pH
turun menjadi di bawah 5,5, proses demineralisasi menjadi lebih cepat dari
remineralisasi. Hal ini menyebabkan lebih banyak mineral gigi yang luluh dan
membuat lubang pada gigi. Bergantung pada seberapa besarnya tingkat kerusakan
gigi, sebuah perawatan dapat dilakukan. Perawatan dapat berupa penyembuhan gigi
untuk mengembalikan bentuk, fungsi, dan estetika. Walaupun demikian, belum diketahui
cara untuk meregenerasi secara besar-besaran struktur gigi, sehingga organisasi
kesehatan gigi terus menjalankan penyuluhan untuk mencegah kerusakan gigi,
misalnya dengan menjaga kesehatan gigi dan makanan.
Amati Tanda dan gejala
gangguan saluran cerna yang lain karena alergi dan hipersensitif makanan
(Gastrointestinal Hipersensitivity) (Gejala Gangguan Fungsi saluran cerna yang
ada selama ini sering dianggap normal)
Pada Bayi :
GASTROOESEPHAGEAL REFLUKS ATAU GER, Sering MUNTAH/gumoh, kembung,“cegukan”, buang
angin keras dan sering, sering rewel gelisah (kolik) terutama malam hari, BAB
> 3 kali perhari, BAB tidak tiap hari. Feses warna hijau,hitam dan
berbau. Sering “ngeden & beresiko Hernia Umbilikalis (pusar),
Scrotalis, inguinalis. Air liur berlebihan. Lidah/mulut sering timbul putih,
bibir kering
Pada anak yang lebih
besar :
Mudah MUNTAH bila
menangis, berlari atau makan banyak. MUAL pagi hari.
Sering Buang Air Besar
(BAB) 3 kali/hari atau lebih, sulit BAB sering ngeden kesakitan saat BAB
(obstipasi). Kotoran bulat kecil hitam seperti kotoran kambing, keras, warna
hitam, hijau dan bau tajam. sering buang angin, berak di celana. Sering
KEMBUNG, sering buang angin dan bau tajam. Sering NYERI PERUT, tidur malam
nungging (biasanya karena perut tidak nyaman)
Nyeri gigi, gigi berwarna
kuning kecoklatan, gigi rusak, gusi mudah bengkak/berdarah. Bibir kering dan
mudah berdarah, sering SARIAWAN, lidah putih & berpulau, mulut berbau, air
liur berlebihan.
MANIFESTASI KLINIS YANG
SERING MENYERTAI ALERGI DAN HIPERSENSITIFITAS MAKANAN PADA BAYI :
KULIT : sering timbul
bintik kemerahan terutama di pipi, telinga dan daerah yang tertutup popok.
Kerak di daerah rambut. Timbul bekas hitam seperti tergigit nyamuk. Kotoran
telinga berlebihan & berbau. Bekas suntikan BCG bengkak dan bernanah.
Timbul bisul.
SALURAN NAPAS : Napas
grok-grok, kadang disertai batuk ringan. Sesak pada bayi baru lahir disertai
kelenjar thimus membesar (TRDN/TTNB)
HIDUNG : Bersin, hidung
berbunyi, kotoran hidung banyak, kepala sering miring ke salah satu sisi karena
salah satu sisi hidung buntu, sehingga beresiko ”KEPALA PEYANG”.
MATA : Mata berair atau
timbul kotoran mata (belekan) salah satu sisi.
KELENJAR : Pembesaran
kelenjar di leher dan kepala belakang bawah.
PEMBULUH DARAH :
telapak tangan dan kaki seperti pucat, sering terba dingin
GANGGUAN HORMONAL :
keputihan/keluar darah dari vagina, timbul bintil merah bernanah, pembesaran
payudara, rambut rontok.
PERSARAFAN : Mudah kaget
bila ada suara keras. Saat menangis : tangan, kaki dan bibir sering gemetar
atau napas tertahan/berhenti sesaat (breath holding spells)
PROBLEM MINUM ASI : minum
berlebihan, berat berlebihan krn bayi sering menangis dianggap haus (haus palsu
: sering menangis belum tentu karena haus atau bukan karena ASI kurang.).
Sering menggigit puting sehingga luka. Minum ASI sering tersedak, karena hidung
buntu & napas dengan mulut. Minum ASI lebih sebentar pada satu sisi,`karena
satu sisi hidung buntu, jangka panjang bisa berakibat payudara besar sebelah.
MANIFESTASI KLINIS YANG
SERING MENYERTAI ALERGI DAN HIPERSENSITIFITAS MAKANAN PADA ANAK
SALURAN NAPAS DAN HIDUNG
: Batuk / pilek lama (>2 minggu), ASMA, bersin, hidung buntu, terutama malam
dan pagi hari. MIMISAN, suara serak, SINUSITIS, sering menarik napas dalam atau
tidur ngorok.
KULIT : Kulit timbul
BISUL, kemerahan, bercak putih dan bekas hitam seperti tergigit nyamuk. Warna
putih pada kulit seperti ”panu”. Sering menggosok mata, hidung, telinga, sering
menarik atau memegang alat kelamin karena gatal. Kotoran telinga berlebihan, sedikit
berbau, sakit telinga bila ditekan (otitis eksterna).
SALURAN CERNA : Mudah
MUNTAH bila menangis, berlari atau makan banyak. MUAL pagi hari. Sering Buang
Air Besar (BAB) 3 kali/hari atau lebih, sulit BAB (obstipasi), kotoran
bulat kecil hitam seperti kotoran kambing, keras, sering buang angin, berak di
celana. Sering KEMBUNG, sering buang angin dan bau tajam. Sering NYERI PERUT.
PEMBULUH DARAH Vaskulitis
(pembuluh darah kecil pecah) : sering LEBAM KEBIRUAN pada tulang kering kaki
atau pipi atas seperti bekas terbentur. Berdebar-debar, mudah pingsan, tekanan
darah rendah.
OTOT DAN TULANG : nyeri
kaki atau kadang tangan, sering minta dipijat terutama saat malam hari.
Kadang nyeri dada
SALURAN KENCING : Sering
minta kencing, BED WETTING (semalam ngompol 2-3 kali)
MATA : Mata gatal, timbul
bintil di kelopak mata (hordeolum). Kulit hitam di area bawah kelopak mata.
memakai kaca mata (silindris) sejak usia 6-12 tahun.
HORMONAL : rambut
berlebihan di kaki atau tangan, keputihan, gangguan pertumbuhan tinggi badan.
Kepala,telapak
kaki/tangan sering teraba hangat. Berkeringat berlebihan meski dingin
(malam/ac). Keringat berbau.
FATIQUE : mudah
lelah, sering minta gendong
GANGGUAN PERILAKU YANG
SERING MENYERTAI PENDERITA ALERGI DAN HIPERSENSITIFITAS MAKANAN PADA ANAK
SUSUNAN SARAF PUSAT :
sakit kepala, MIGRAIN, TICS (gerakan mata sering berkedip), , KEJANG
NONSPESIFIK (kejang tanpa demam & EEG normal).
GERAKAN MOTORIK
BERLEBIHAN Mata bayi sering melihat ke atas. Tangan dan kaki bergerak terus
tidak bisa dibedong/diselimuti. Senang posisi berdiri bila digendong, sering
minta turun atau sering menggerakkan kepala ke belakang, membentur benturkan
kepala. Sering bergulung-gulung di kasur, menjatuhkan badan di kasur
(“smackdown”}. ”Tomboy” pada anak perempuan : main bola, memanjat dll.
AGRESIF MENINGKAT sering
memukul kepala sendiri, orang lain. Sering menggigit, menjilat, mencubit,
menjambak (spt “gemes”)
GANGGUAN KONSENTRASI:
cepat bosan sesuatu aktifitas kecuali menonton televisi,main game, baca komik,
belajar. Mengerjakan sesuatu tidak bisa lama, tidak teliti, sering
kehilangan barang, tidak mau antri, pelupa, suka “bengong”, TAPI ANAK TAMPAK
CERDAS
EMOSI TINGGI (mudah
marah, sering berteriak /mengamuk/tantrum), keras kepala, negatifisme
GANGGUAN KESEIMBANGAN KOORDINASI
DAN MOTORIK : Terlambat bolak-balik, duduk, merangkak dan berjalan. Jalan
terburu-buru, mudah terjatuh/ menabrak, duduk leter ”W”.
GANGGUAN SENSORIS :
sensitif terhadap suara (frekuensi tinggi) , cahaya (mudah silau), perabaan telapak
kaki dan tangan sensitif (jalan jinjit, flat foot, mudah geli, mudah
jijik, tidak suka memegang bulu, boneka dan bianatang berbulu)
GANGGUAN ORAL MOTOR :
TERLAMBAT BICARA, bicara terburu-buru, cadel, gagap. Gangguanmengunyah menelan
IMPULSIF : banyak
bicara,tertawa berlebihan, sering memotong pembicaraan orang lain
Memperberat gejala AUTIS
dan ADHD (Alergi dan hipersensititas makanan bukan penyebab Autis atau ADHD
tetapi hanya memperberat gejalanya)
KOMPLIKASI SERING
MENYERTAI ALERGI DAN HIPERSENSITIFITAS MAKANAN PADA ANAK
Daya tahan menurun sering
sakit demam, batuk, pilek setiap bulan bahkan sebulan 2 kali. (normal sakit
seharusnya 2-3 bulan sekali)
Karena sering sakit
berakibat Tonsilitis kronis (AMANDEL MEMBESAR) hindari operasi amandel yang
tidak perlu atau mengalami Infeksi Telinga
Waspadai dan hindari efek
samping PEMAKAIAN OBAT TERLALU SERING.
Mudah mengalami INFEKSI
SALURAN KENCING. Kulit di sekitar kelamin sering kemerahan
SERING TERJADI
OVERDIAGNOSIS TBC (MINUM OBAT JANGKA PANJANG PADAHAL BELUM TENTU MENDERITA
TBC / ”FLEK ”) KARENA GEJALA ALERGI MIRIP PENYAKIT TBC. BATUK LAMA BUKAN
GEJALA TBC PADA ANAKBILA DIAGNOSIS TBC MERAGUKAN SEBAIKNYA ”SECOND OPINION”
DENGAN DOKTER LAINNYA
Sering megalami Gizi
Ganda : satu kelompok sulit makan terdapat kelompok lain makan berlebihan
sehingga beresiko kegemukan
GANGGUAN SULIT MAKAN :
nafsu makan menurun bahkan kadang tidak mau makan sama sekali, gangguan
mengunyah menelan, tidak bisa makan makanan berserat (daging sapi, sayur
tertentu, nasi). Hanya mau makanan yang crispy atau renyah seperti : krupuk,
biskuit dan sebagainya. Disertai keterlambatan pertumbuhan gigi.
MAKAN BERLEBIHAN
KEGEMUKAN atau OBESITAS
INFEKSI JAMUR
(HIPERSENSITIF CANDIDIASIS) di lidah, selangkangan, di leher, perut atau dada,
KEPUTIHAN
Bila tanda dan
gejala Gangguan Kesehatan Gigi, Kesehatan Mulut pada anak tersebut
disertai beberapa tanda, gejala atau komplikasi alergi dan hipersensitifitas
makanan (Terutama Gangguan Saluran Cerna) tersebut maka sangat mungkin Gangguan
tersebut disebabkan karena alergi atau hipersensitifitas makanan.
Penyebab lain yang
memperberat Gangguan Kesehatan Gigi, Kesehatan Mulut Pada Anak adalah
saat anak terkena infeksi seperti demam, batuk, pilek atau muntah dan infeksi
lainnya
Memastikan Diagnosis
Diagnosis Gangguan
Kesehatan Gigi, Kesehatan Mulut Pada Anak yang disebabkan alergi atau
hipersensitif makanan dibuat bukan dengan tes alergi tetapi berdasarkan
diagnosis klinis, yaitu anamnesa (mengetahui riwayat penyakit penderita) dan
pemeriksaan yang cermat tentang riwayat keluarga, riwayat pemberian makanan,
tanda dan gejala alergi makanan sejak bayi dan dengan eliminasi dan provokasi.
Untuk memastikan makanan
penyebab alergi dan hipersensitifitas makanan harus menggunakan Provokasi
makanan secara buta (Double Blind Placebo Control Food Chalenge = DBPCFC).
DBPCFC adalah gold standard atau baku emas untuk mencari penyebab secara pasti
alergi makanan. Cara DBPCFC tersebut sangat rumit dan membutuhkan waktu, tidak
praktis dan biaya yang tidak sedikit.
Beberapa pusat layanan
alergi anak melakukan modifikasi terhadap cara itu. Children Allergy clinic
Jakarta melakukan modifikasi dengan cara yang lebih sederhana, murah dan cukup
efektif. Modifikasi DBPCFC tersebut dengan melakukan “Eliminasi Provokasi
Makanan Terbuka Sederhana”. Bila setelah dilakukan eliminasi beberapa penyebab
alergi makanan selama 3 minggu didapatkan perbaikan dalam gangguan muntah
tersebut, maka dapat dipastikan penyebabnya adalah alergi makanan.
Pemeriksaan standar yang
dipakai oleh para ahli alergi untuk mengetahui penyebab alergi adalah dengan
tes kulit. Tes kulit ini bisa terdari tes gores, tes tusuk atau tes suntik.
PEMERIKSAAN INI HANYA MEMASTIKAN ADANYA ALERGI ATAU TIDAK, BUKAN UNTUK
MEMASTIKAN PENYEBAB ALERGI. Pemeriksaan ini mempunyai sensitifitas yang cukup
baik, tetapi sayangnya spesifitasnya rendah. Sehingga seringkali terdapat false
negatif, artinya hasil negatif belum tentu bukan penyebab alergi. Karena hal
inilah maka sebaiknya tidak membolehkan makan makanan penyebab alergi hanya
berdasarkan tes kulit ini.
Dalam waktu terakhir ini
sering dipakai alat diagnosis yang masih sangat kontroversial atau ”unproven
diagnosis”. Terdapat berbagai pemeriksaan dan tes untuk mengetahui penyebab
alergi dengan akurasi yang sangat bervariasi. Secara ilmiah pemeriksaan ini
masih tidak terbukti baik sebagai alat diagnosis. Pada umumnya pemeriksaan
tersebut mempunyai spesifitas dan sensitifitas yang sangat rendah. Bahkan
beberapa organisasi profesi alergi dunia tidak merekomendasikan penggunaan alat
tersebut. Yang menjadi perhatian oraganisasi profesi tersebut bukan hanya
karena masalah mahalnya harga alat diagnostik tersebut tetapi ternyata juga
sering menyesatkan penderita alergi yang sering memperberat permasalahan alergi
yang ada
Namun pemeriksaan ini
masih banyak dipakai oleh praktisi kesehatan atau dokter. Di bidang kedokteran
pemeriksaan tersebut belum terbukti secara klinis sebagai alat diagnosis karena
sensitifitas dan spesifitasnya tidak terlalu baik. Beberapa pemeriksaan diagnosis
yang kontroversial tersebut adalah Applied Kinesiology, VEGA Testing
(Electrodermal Test, BIORESONANSI), Hair Analysis Testing in Allergy,
Auriculo-cardiac reflex, Provocation-Neutralisation Tests, Nampudripad’s
Allergy Elimination Technique (NAET), Beware of anecdotal and unsubstantiated
allergy tests.
PENATALAKSANAAN
Penanganan Gangguan
Kesehatan Gigi, Kesehatan MulutPada Anak karena alergi dan
hipersensitifitas makanan pada anak haruslah dilakukan secara benar, paripurna
dan berkesinambungan. Pemberian obat terus menerus bukanlah jalan terbaik dalam
penanganan gangguan tersebut tetapi yang paling ideal adalah menghindari
penyebab yang bisa menimbulkan keluhan alergi tersebut.
Penghindaran makanan
penyebab alergi pada anak harus dicermati secara benar, karena beresiko untuk
terjadi gangguan gizi. Sehingga orang tua penderita harus diberitahu tentang
makanan pengganti yang tak kalah kandungan gizinya dibandingklan dengan makanan
penyebab alergi. Penghindaran terhadap susu sapi dapat diganti dengan susu
soya, formula hidrolisat kasein atau hidrolisat whey., meskipun anak alergi
terhadap susu sapi 30% diantaranya alergi terhadap susu soya. Sayur dapat
dipakai sebagai pengganti buah. Tahu, tempe, daging sapi atau daging kambing
dapat dipakai sebagai pengganti telur, ayam atau ikan. Pemberian makanan jadi
atau di rumah makan harus dibiasakan mengetahui kandungan isi makanan atau
membaca label makanan.
Obat-obatan simtomatis
seperti pencahar, anti histamine (AH1 dan AH2), ketotifen, ketotofen,
kortikosteroid, serta inhibitor sintesaseprostaglandin hanya dapat mengurangi
gejala sementara bahkan dalamkeadaan tertentu seringkali tidak bermanfaat,
umumnya mempunyai efisiensi rendah. Sedangkan penggunaan imunoterapi dan
natrium kromogilat peroral masih menjadi kontroversi hingga sekarang.
Obat
Pengobatan Gangguan
Kesehatan Gigi, Kesehatan Mulut Pada Anak karena alergi dan hipersensitifitas
makanan yang baik adalah dengan menanggulangi penyebabnya. Bila gangguan sulit
makan yang dialami disebabkan karena gangguan alergi dan hipersensitifitas makanan,
penanganan terbaik adalah menunda atau menghindari makanan sebagai penyebab
tersebut.
Konsumsi obat-obatan,
terapi tradisional ataupun beberapa cara dan strategi untuk menangani Gangguan
Kesehatan Gigi, Kesehatan Mulut Pada Anak tidak akan berhasil selama penyebab
utama alergi dan hipersensitifitas makanan tidak diperbaiki
Nah, semoga artikel ini bisa membantu yaaa guys! Jangan Malas untuk Gosok gigi yaaaa guyss! Cintai Gigimu sama juga menyayangi Senyummu 😁
sumber by : allergyclicniconline.com
Nah, semoga artikel ini bisa membantu yaaa guys! Jangan Malas untuk Gosok gigi yaaaa guyss! Cintai Gigimu sama juga menyayangi Senyummu 😁
sumber by : allergyclicniconline.com